5 Saham dengan Porsi Ekspor Terbesar ke AS, Begini Nasibnya
Berikut ini dampak dan deretan emiten di IDX yang punya porsi ekspor besar ke AS. Kira-kira bagaimana nasibnya ya?

Mikirduit – Saat Trump mengenakan tarif 32 persen ke Indonesia, muncul pertanyaan, apa saja saham yang terkena dampaknya nih? kami akan mengulas secara rinci efek tarif 32 persen ke Trump terhadap prospek kinerja keuangan emiten.
Sepanjang 2024, Indonesia mencatatkan ekspor non-migas senilai 26,31 miliar dolar AS ke Amerika Serikat. Jumlah itu setara 10,51 persen dari total ekspor non-migas Indonesia sepanjang 2024.
Adapun, 10 produk ekspor Indonesia ke Amerika Serikat yang terbesar antara lain:
- Mesin dan peralatan listrik serta bagiannya
- Pakaian dan aksesoris pakaian dirajut
- Pakaian dan aksesoris yang dirajut
- Lemak dan minyak hewani atau nabati
- Alas kaki (sepatu dan lainnya)
- Karet dan barang turunannya (ban dan lainnya)
- Mebel
- Produk hewan air dan turunannya
- Mesin dan peralatan mekanik
- Daging dan produk hewan air kemasan
Sementara itu, impor produk AS ke Indonesia sepanjang 2024 hanya sebesar 9,46 miliar dolar AS. Artinya, Indonesia mencatatkan surplus perdagangan dengan AS, tapi AS mencatatkan defisit perdagangan dengan Indonesia. Selisih defisit itu yang menjadi dasar Trump mengenakan tarif 32 persen ke Indonesia.
Lalu, dari deretan produk ekspor Indonesia itu, saham apa saja yang punya eksposur ekspor ke Negeri Paman Sam terbesar?
Saham WOOD
WOOD adalah emiten dengan bisnis di bidang perkayuan. Mereka memproduksi kayu log hingga menjadikannya furniture maupun kayu lapis mutu BC.
Salah satu pasar terbesar WOOD adalah Amerika Serikat. Hingga akhir 2024, WOOD mencatatkan ekspor ke Amerika Serikat mencapai 90,27 persen dari penjualan. Hal ini menjadikan WOOD sebagai emiten dengan eksposur ekspor ke AS terbesar.
Saham DSFI
DSFI adalah emiten yang mengolah produk ikan. Mereka memiliki wilayah operasional dan pengadaan ikan yang cukup luas dari Indonesia barat di Jakarta hingga Indonesia Timur di Kendari.
Target utama pasar perseroan adalah untuk tujuan ekspor. Amerika Serikat (AS) menjadi tujuan ekspor utama perseroan dengan porsi 78,88 persen dari pendapatan sepanjang 2024.
Saham PMMP
Saham PMMP merupakan emiten yang bisnisnya mengekspor produk udang beku. Selain itu, perseroan juga mencatatkan penjualan domestik dalam bentuk udang ebi furai dengan merek Ebinoya.
Salah satu pasar terbesar PMMP adalah Amerika Serikat. Porsi ekspor udang ke Paman Sam mencapai 67 persen dari total pendapatan perseroan. (dari data kuartal III/2024)
Beberapa pembeli produk perseroan dari US antara lain, Walmart, Albersons, Gordon Food Service, Rich's, Benihana, dan Red Lobster.
Saham SMSM
SMSM menjadi salah satu emiten bisnis komponen otomotif. Produk andalan perseroan adalah filter dengan merek Sakura dan radiator ADR. Selain itu, perseroan juga menjual fuel tank, exhaust system dan muffler, hingga brake dan fuel pipe.
Dari data full year 2024, SMSM mencatatkan penjualan ke kawasan Amerika sebesar 15,85 persen dari total pendapatan. Sebenarnya, penjualan SMSM ke kawasan Amerika terbagi menjadi dua wilayah di Amerika Serikat dan Selatan (Ekuador). Namun, 90 persen penjualan dari porsi Amerika itu masuk ke Amerika Serikat.
Saham GJTL
GJTL menjadi emiten yang memproduksi ban untuk replacement, OEM, hingga ke pasar ekspor. Negara tujuan ekspor GJTL cukup luas dari Asia, Amerika, Eropa, hingga Timur Tengah.
Dari data full year 2024 di laporan keuangan, porsi penjualan GJTL ke Amerika mencapai 13 persen dari total pendapatan.
Nasib Emiten yang Punya Eksposure Ekspor ke Amerika Serikat
Dalam kebijakan tarif Trump ini, pihak yang melakukan impor hingga perantara penjualan produk impor ke AS yang akan membayarnya. Namun, tidak sedikit juga yang membuat eksportir yang harus membayarnya. Namun, secara umum, kenaikan tarif yang signifikan akan membuat harga produk dinaikkan (meski belum tentu sebesar tarif) untuk meredam risiko penurunan margin keuntungan dari eksportir.
Di sisi lain, dengan adanya potensi kenaikan harga jual (yang belum tentu naik 32 persen) yang disesuaikan dengan kebijakan masing-masing eksportir ke AS, artinya ada risiko penurunan permintaan produk.
Apalagi, kenaikan tarif ini terjadi saat kondisi ekonomi secara global sedang tidak terlalu bagus. Namun, kami menilai efek terhadap perlambatan permintaan akan delay 1-3 bulan. Namun, hal ini akan berimbas signifikan terhadap margin keuntungan masing-masing eksportir.
Kalau dilihat, jika emiten dengan porsi 13-15 persen dari penjualannya mungkin tidak akan terasa signifikan. Manajemen emiten bisa mencari sumber ekspor lainnya selain ke AS demi bisa menjaga margin lebih baik. Selain itu, bisa juga emiten itu menggunakan strategi pengiriman via negara lain seperti Singapura (lewat pendirian anak usaha atau pun lainnya) untuk mendapatkan tarif yang lebih murah. Namun, cara ini juga mengeluarkan biaya yang tidak sedikit termasuk mengubah label pembuatan produknya.
Masalahnya adalah yang punya eksposure produk ekspor ke AS yang cukup besar di atas 50 persen pendapatan seperti PMMP, DSFI, dan WOOD. Untuk menjalankan opsi mencari pasar lain bakal cukup sulit dan butuh waktu lama.
Efek Jangka Menengah
Di sisi lain, efek dari kebijakan tarif ini tidak semata-mata hanya dari emiten yang punya eksposure ekspor ke Amerika Serikat yang cukup besar. Namun, bisa lebih luas lagi jika permasalahan perang dagang ini tidak diselesaikan dengan cepat, termasuk dengan adanya penurunan suku bunga dengan harapan bisa menetralkan kondisi tekanan ekonomi akibat tarif. (meski kami nilai dampaknya jadi tidak optimal karena adanya kebijakan Tarif Trump).
Berikut ini dampak lebih luas jika tarif Trump tidak mampu diselesaikan dan malah menciptakan perang dagang di dunia:
- Ada risiko perlambatan ekonomi global yang membuat demand produk ekspor mengalami penurunan dan berdampak terhadap ekonomi di negara-negara dengan kontribusi ekspor cukup besar.
- Perusahaan yang punya eksposure ekspor cukup besar ke AS melakukan efisiensi yang berujung terhadap PHK. Hal ini bisa mempengaruhi daya beli dan kondisi ekonomi secara domestik
- Dari dua skenario di atas, efeknya menjadi lebih luas secara ekonomi makro dan ke seluruh sektor bisnis.

Efek ke Harga Saham
Meski terlihat menyeramkan, tapi hal ini paling lama terjadi dalam satu periode ekonomi (1 tahun). Setelah ada risiko perlambatan ekonomi yang terlihat, biasanya di periode selanjutnya akan bisa tumbuh meski ada kebijakan yang sama. Pasalnya, penurunan ekonomi terjadi karena adanya kejutan tarif tersebut, setelah banyak perusahaan terbiasa, mereka bisa kembali berbalik untuk mencari ruang pertumbuhan baru setelah mengalami penurunan yang tajam. Risiko terburuknya perlambatan ekonomi terjadi hingga 2 tahun. Dalam bahasa ekonominya, hal ini berarti mencari titik equilibrium atau keseimbangan baru.
Namun, hal lainnya bisa terjadi lebih cepat jika ada kesepakatan yang membuat perang dagang tidak perlu sampai terjadi.
Dari sini, efek ke harga saham cenderung koreksi dalam jangka pendek saat periode puncaknya, yakni realisasi data penurunan ekonomi yang bisa terjadi di AS, China, Indonesia, dan negara lainnya.
Setelah periode penurunan puncak ekonomi itu, pasar saham berpotensi bangkit sesuai dengan kebijakan fiskal, moneter,dan lainnya dari pihak-pihak yang berseteru dan terdampak dari kebijakan Trump tersebut.
Lalu, apa yang harus dilakukan dengan kondisi itu? kami akan kembalikan lagi, sesuai rencana-mu di saham-saham yang dimiliki. Pasalnya, tidak ada strategi saham yang 100 persen bisa menyesuaikan dengan kondisi sentimen market yang kerap datang tiba-tiba. Detail strategi yang bisa dilakukan bisa baca di sini.
Konsultasikan dan Diskusi Kondisi Portomu dengan Join Mikirdividen
Jika kamu ingin tahu atau mau langsung gabung ke Mikirdividen, kamu bisa klik di sini .
Untuk mengetahui tentang saham pertama, kamu bisa klik di sini.
Jika ingin langsung transaksi bisa klik di sini
Langganan Sekarang dan dapatkan Fix Rate perpanjangan seperti harga pembelian pertama selama dua tahun ke depan.
Beberapa benefit baru:
- IPO Digest Premium
- Saham Value dan Growth Bulanan yang Menarik
- Update porto Founder Mikirduit per 3 bulan
Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini