9 Saham yang Diuntungkan dari Bullion Bank, Bisa Bangkit?

Saham-saham terkait bullion bank seperti BRIS malah rungkad setelah diluncurkan pada Rabu 26 Februari 2025 kemarin. Kira-kira, saham apa yang diuntungkan dari bisnis bullion bank ini?

bullion bank

Mikirduit – Pemerintah Indonesia meluncurkan Bullion Bank Indonesia atau Bank emas Indonesia pada Rabu 26 Februari 2025. Pertanyaannya, apa ini Bullion Bank, dan apa saja saham yang diuntungkan dari keberadaan lembaga keuangan ini?

Secara umum, Bullion Bank di dunia menawarkan beberapa layanan seperti, perdagangan logam mulia, penyimpanan, pembiayaan, hingga menyediakan produk derivatif. Beberapa bank di dunia yang menjalankan bisnis Bullion Bank antara lain, JPMorgan Chase, HSBC, UBS, dan Deutsche Bank. 

Di Indonesia, OJK mengatur Bullion Bank hanya boleh dijalankan oleh lembaga jasa keuangan dengan cakupan 4 segmen usaha seperti, simpanan emas, pembiayaan emas, perdagangan emas, dan penitipan emas. 

Apa perbedaannya dengan transaksi emas di Pegadaian atau Bank Syariah sebelum ada Bullion Bank?

Perbedaannya, Bullion Bank menjalankan konsep seperti bank. Sehingga emas yang disimpan oleh masyarakat bisa digunakan oleh bank untuk pembiayaan kepada pelaku usaha yang membutuhkan. Untuk itu, imbalan bagi masyarakat yang menempatkan emas di bank tersebut akan menerima imbal hasil seperti deposito uang. 

OJK memberikan syarat lembaga jasa keuangan yang ingin terlibat dalam bisnis bullion harus memiliki modal minimal Rp14 triliun.

Lalu, siapa saja emiten yang diuntungkan dalam skema ini?

Saham BRIS

BRIS menjadi emiten yang secara langsung mendapatkan keuntungan dari resminya Bullion Bank tersebut. Pasalnya, bank syariah terbesar di Indonesia ini juga sudah resmi menjadi menjalankan bisnis Bullion Bank. 

Dengan adanya Bullion Bank tersebut, BRIS bisa mengoptimalkan bisnis emasnya, yang saat ini fokus menjalankan gadai dan cicil emas. Untuk yang sudah berlaku sekarang, BRIS hanya mendapatkan pendapatan berbasis komisi dari transaksi emas tersebut. 

Jika dihitung , per 2024, tingkat fee based income dari bisnis emas mencapai Rp930 miliar. Artinya, tingkat pendapatan dari bisnis emas sekitar 7,5 persen dari total cicil dan gadai emas yang dilakukan. 

Nantinya, jika emas yang disimpan juga bisa digunakan untuk pembiayaan (bukan gadai emas), artinya bisa menambah likuiditas BRIS untuk ekspansi pembiayaan secara keseluruhan. Serta mendapatkan imbal hasil dari pembiayaan dengan jaminan emas yang dilakukan perseroan.

Adapun, pinjaman dengan jaminan emas di sini berbeda dengan gadai emas dari segi tenor pinjaman. Gadai emas biasanya memiliki tenor pinjaman yang pendek, sedangkan pembiayaan dengan jaminan emas bisa diberikan tenor yang lebih panjang. 

Kelebihan pembiayaan dengan jaminan emas bisa mendapatkan tingkat bunga pinjaman yang lebih rendah karena aset yang dijaminkan dianggap likuid. 

Sampai 2024, bisnis emas BRIS sudah menjalankan bisnis cicil dan gadai emas. Nominal aktivitas cicil dan gadai itu sudah setara 6 persen dari total pembiayaan perseroan. 

Pertumbuhan bisnis gadai dan cicil emas mencatatkan kenaikan signifikan sepanjang 2024 sebesar 78 persen menjadi Rp12,82 triliun. 

Kenaikan bisnis emas BRIS didorong dari bisnis cicil emas yang tumbuh 177 persen menjadi Rp6,4 triliun, sedangkan bisnis gadai emas hanya naik 31 persen menjadi Rp6,42 triliun. 

Sejauh ini, manajemen BRIS mengungkapkan perseroan telah menyimpan sekitar 17,5 ton emas. Harapannya, perseroan bisa meningkatkan jumlah simpanan emas itu menjadi sekitar 80-90 ton (5-6 kali lipat) dalam lima tahun ke depan. 

Adapun, jumlah emas yang dimiliki BRIS sekarang tidak semuanya ditempatkan di brankas perseroan, tapi juga ada yang disimpan oleh kustodiannya, dalam hal ini adalah ANTM.

Selain itu, bank-bank lain bisa juga menyusul bisnis bullion bank jika telah memenuhi syart tersebut. Tinggal, apakah bank-bank menengah besar lainnya tertarik masuk ke bisnis tersebut atau tidak. 

Saham ANTM

ANTM menjadi pihak kedua yang bisa diuntungkan karena sebagai salah satu emiten yang produksi emas batangan dengan market share terbesar.

Ada beberapa peran ANTM dalam bisnis Bullion Bank ini, selain sebagai pemasok emas batangan yang bisa diperjual-belikan, ANTM juga menjalankan fungsi sebagai kustodian tempat penyimpanan emas. 

Namun, pendapatan komisi sebagai kustodian ini memang tidak besar jika dibandingkan dengan bisnis nikel, dan emas perseroan. 

Apalagi, ANTM juga lagi ekspansi untuk membangun pabrik manufaktur logam mulia di JIIPE, Gresik, yang berdekatan dengan smelter milik Freeport. Fasilitas manufaktur yang dibangun di JIIPE milik AKRA itu bertujuan untuk membuat pengolahan bahan baku emas dari Freeport Indonesia bisa lebih efisien. 

ANTM melakukan tanda tangan kontrak jual-beli emas dengan Freeport senilai 12,5 miliar dolar AS untuk pengiriman 30 ton emas per tahun. Jika dihitung, berarti harga beli bahan baku emas oleh ANTM dari Freeport itu sekitar 2.591 dolar AS per troy ounce. Posisi itu memang cukup murah dari harga emas per 27 Februari 2025 yang mencapai 2.908 dolar AS per troy ounce. 

Dengan ekspansi manufaktur ke JIIPE dan kontrak pembelian emas dengan Freeport itu diharapkan ANTM bisa mendapatkan margin keuntungan yang lebih bagus di bisnis emasnya. 

Sebagai catatan, ANTM memang dikenal sebagai perusahaan yang produksi emas batangan, tapi margin keuntungannya cenderung rendah karena ANTM tidak menambang sendiri emasnya, melainkan beli dari pihak ketiga. 

Misalnya, hingga kuartal III/2024, tingkat margin keuntungan bersih bisnis emas ANTM hanya 5,8 persen. Angka itu lebih rendah dari pendapatan segmen nikel yang mencapai 7,8 persen. Padahal, segmen nikel ANTM sepanjang 2024 lagi mengalami gangguan penjualan karena persetujuan RKAB yang cukup lama. Jika dalam kondisi normal, tingkat net profit margin bisnis nikel ANTM bisa mencapai 25 persen hingga 30 persen.

Memahami Efek Devisa Hasil Ekspor 100 Persen Wajib di Indonesia ke Saham
Kebijakan DHE dinilai bisa menjadi risiko bagi saham pertambangan non-migas. Banyak yang bilang berisiko terhadap fleksibilitas pengusaha. Tapi apakah benar? lalu siapa yang diuntungkan dan dirugikan?

Saham HRTA

Selain ANTM, salah satu emiten yang produksi emas batangan dan perhiasan adalah HRTA. Secara umum, jika minat masyarakat terhadap bullion bank meningkat, ada potensi kenaikan permintaan beli emas batangan di ANTM maupun HRTA. 

Manajemen HRTA pun mengaku telah menyiapkan ekosistem untuk mendukung bullion bank di Indonesia dari midstream dan downstream yang terintegrasi. 

Kini, HRTA lagi mengurus sertifikasi London Bullion Market Association (LBMA). Dengan begitu, emas batangan HRTA bisa diperjual-belikan di seluruh dunia. 

Secara khusus, HRTA juga menjalin kerja sama dengan BRIS dan Pegadaian untuk penyediaan bahan baku hingga produk emas batangan.

Tantangan dari HRTA adalah biaya bahan baku yang cukup tinggi mengingat bisnisnya ada di sektor hilir. Hal itu membuat tingkat margin keuntungan HRTA sangat tipis, di bawah rata-rata margin keuntungan bersih ANTM. 

Per kuartal III/2024, net profit margin HRTA hanya 2,26 persen. Posisi itu lebih rendah dari periode sebelumnya yang sebesar 2,78 persen.

Saham Tambang Emas

Sebenarnya, kami menilai efek Bullion Bank ke sektor pertambangan emas tidak terlalu signifikan. Pasalnya, jika dari penjualan bijih emas juga akan tergantung perkembangan produksi masing-masing penambang.

Namun, poin menarik dari Bullion Bank adalah skema pendanaan untuk emiten tambang emas. 

Jadi, nantinya Bullion Bank bisa meminjam emas dari Bank Indonesia dalam jangka waktu tertentu (seperti tiga bulan). Dari situ, bank sentral bisa dapat uang tunai setara emas yang bisa digunakan untuk insentif moneter. 

Lalu, Bullion Bank bisa meminjamkan emas ke perusahaan pertambangan untuk mendanai proyeknya. Nantinya, emiten pertambangan akan mengembalikan emas tersebut setelah mendapatkan keuntungan dari proyek tersebut. 

Hal ini bisa membuat biaya investasi proyek hilirisasi menjadi lebih kompetitif. 

Adapun, beberapa emiten yang memiliki tambang emas antara lain, MDKA, AMMN, UNTR, ARCI, BRMS dan INDY. Dalam skema ini, saham yang secara potensi pertumbuhan lebih stabil ada di UNTR karena bisnisnya sangat terdiversifikasi, sedangkan pemain baru emas ada di INDY, serta saham-saham emas berfluktuasi tinggi ada MDKA, AMMN, dan BRMS. 

Sementara itu, untuk ARCI mencatatkan historis yang kurang bagus setelah beberapa kali pit tambang utamanya kena longsor dan banjir hingga mengganggu produksi. Dari situ, perkembangan bisnis ARCI cenderung stagnan.

Kesimpulan

Peluncuran bullion bank kemarin hanya menjadi awal pembuka yang bisa membuat emiten-emiten di sini bisa mendapatkan benefitnya. Selanjutnya, akan tergantung bagaimana penerapan Bullion Bank berjalan lebih lancar dan memiliki banyak peminat. 

Sebagai catatan, instrumen keuangan di Indonesia jarang yang likuid. Tercatat hanya saham dan reksa dana, sisanya seperti transaksi futures multilateral, ETF, derivatif di IDX, hingga perdagangan karbon rata-rata sepi transaksi. Ini menjadi tantangan Bullion Bank untuk melepas kutukan produk keuangan atau komoditas di Indonesia yang sulit berkembang.

Untuk itu, momen selanjutnya adalah bagaimana gebrakan BRIS dan realisasi kinerja bisnis emasnya setelah Bullion Bank dirilis, serta melihat antusias bank menengah besar lainnya untuk ikut masuk ke bisnis ini. Semakin antusias, akan bisa menguntungkan saham-saham lainnya seperti ANTM, HRTA, dan emiten tambang emas lainnya.

Menurutmu, dari pilihan saham yang diperkirakan diuntungkan dari Bullion Bank ini, mana yang paling menarik? Lalu, mana pilihan yang paling oke menurut founder Mikirduit?

Temukan Jawabannya dengan Gabung ke Mikirdividen

Jika kamu ingin tahu atau mau langsung gabung ke Mikirdividen, kamu bisa klik di sini .

Untuk mengetahui tentang saham pertama, kamu bisa klik di sini.

Jika ingin langsung transaksi bisa klik di sini

Langganan Sekarang dan dapatkan Fix Rate perpanjangan seperti harga pembelian pertama selama dua tahun ke depan.

Beberapa benefit baru yang sedang disiapkan:

  • IPO Digest Premium
  • Saham Value dan Growth Bulanan yang Menarik
  • Update porto Founder Mikirduit per 3 bulan

Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini