Adu Saham TAPG vs LSIP yang Labanya Kompak Naik 90 Persen

Ada dua saham CPO yang labanya naik cukup kencang, yakni saham TAPG dan LSIP. Kira-kira, bagaimana prospek saham tersebut ke depannya? apakah labanya lanjut naik lebih kencang lagi?

saham LSIP vs TAPG

Mikirduit – LSIP dan TAPG sama-sama mencatatkan kenaikan laba bersih yang fantastis sepanjang 2024. Lalu, bagaimana prospek kinerja kedua saham itu ke depannya? berikut ulasan perbandingan antara saham LSIP dan TAPG.

Saham LSIP

Saham LSIP mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang fantastis sebesar 93,82 persen menjadi Rp1,47 triliun. Apa yang mendorong pertumbuhan laba bersih LSIP tersebut?

Pertama, harga jual rata-rata CPO LSIP naik 16,7 persen (dengan menggunakan asumsi ringgit Malaysia yang konstan dengan kurs per 3 Maret 2025) menjadi 4.144 ringgit per ton. Meski, volume penjualan turun 7,59 persen menjadi 280.000 ton. Untuk itu, meski dari segi laba bersih mencatatkan pertumbuhan agresif, tapi dari segi pendapatan hanya tumbuh 8,89 persen menjadi Rp4,56 triliun. 

Kedua, biaya produksi hanya naik 0,55 persen menjadi Rp2,82 triliun. Hal itu didorong biaya pemupukan dan pemeliharaan yang turun 27,29 persen menjadi Rp452 miliar, serta biaya panen yang turun 3,7 persen menjadi Rp588 miliar.

Dengan kombinasi dua faktor itu membuat laba kotor, operasional, dan bersih LSIP naik lebih tinggi dibandingkan dengan pendapatannya. 

Pertanyaan selanjutnya, apakah pertumbuhan ini bisa berlanjut di tahun ini?

Dari konsensus 4 analis memproyeksikan pendapatan LSIP pada 2025 turun sebesar 3,88 persen menjadi Rp4,38 triliun, sedangkan laba bersihnya turun 28,1 persen menjadi Rp1,06 triliun. Meski begitu, konsensus 2 analis untuk kinerja LSIP di 2026 diperkirakan kembali bertumbuh. Pendapatan naik 15,03 persen menjadi Rp5,04 triliun, sedangkan laba bersih naik 30,41 persen menjadi Rp1,38 triliun. 

Adapun, kami melihat salah satu risiko dari LSIP adalah penurunan produksi CPO sebesar 2 persen menjadi 287.000 metrik ton pada 2024.

Penurunan produksi bisa terjadi akibat transisi usia tanaman yang sudah mendekati 25 tahun dengan periode immature hingga 7 tahun. Hal itu bisa membuat pertumbuhan produksi LSIP melambat hingga tanaman immature hingga 7 tahun bisa lebih produktif lagi.

Selain itu, jika harga CPO turun ke area 3.500 ringgit di 2025 bisa membuat margin keuntungan LSIP tergerus. Dari perhitungan kami, rata-rata tingkat biaya produksi CPO LSIP per tonnya sekitar 2.405 ringgit atau margin hingga 49 persen dari harga per 3 Maret 2025. 

Jika harganya turun ke 3.500 ringgit, secara hitungan LSIP masih cuan besar, tapi dari segi pertumbuhan akan cenderung turun karena tingkat margin menjadi sekitar 31 persen. 

Ditambah, jika ada fluktuasi harga pupuk juga membuat biaya produksi lebih tinggi dibandingkan dengan 2024. 

Tiga hal itu bisa memperlambat laju kinerja LSIP di 2025. Untuk itu, kami menilai jika ingin masuk LSIP bisa mulai cicil selama harganya di bawah Rp1.000 per saham.

Saham TAPG

Kinerja TAPG memiliki pola pergerakan yang sama dengan LSIP. TAPG mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 94,02 persen menjadi Rp3,12 triliun. 

Adapun, beberapa faktor yang membuat laba bersih TAPG naik tinggi antara lain:

Pertama, kami menilai pendapatan TAPG yang naik 16,16 persen menjadi Rp9,67 triliun didorong oleh kenaikan rata-rata harga jual dengan biaya produksi yang rendah, serta adanya kenaikan produksi. Sayangnya, kami belum mendapatkan data detail terkait volume penjualan dan produksi TAPG sepanjang 2024. Namun, TAPG sempat menargetkan bisa produksi CPO sebesar 995.000 metrik ton atau naik 1,77 persen dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya. 

Kedua, biaya produksi yang lebih efisien. Tercatat, biaya bahan baku produksi CPO turun 2,65 persen menjadi Rp3,84 triliun, ditambah biaya tenaga kerja terkait produksi juga turun 0,57 persen menjadi Rp689 miliar. Penurunan biaya produksi ini membuat tingkat margin keuntungan TAPG menjadi besar sehingga pertumbuhan laba kotor TAPG bisa tembus 67,9 persen menjadi Rp3,72 triliun. 

Ketiga, biaya penjualan dan administrasi TAPG cukup efisien. Biaya penjualan TAPG turun 28,35 persen menjadi Rp218,64 miliar, sedangkan biaya umum dan administrasi hanya naik 7,5 persen menjadi Rp612 miliar. Persentase kenaikan itu di bawah dari pertumbuhan pendapatan. 

Keempat, TAPG mencatatkan kenaikan pendapatan dari entitas patungan sebesar 38,94 persen menjadi Rp893 miliar. Salah satu pendorongnya adalah bagian laba bersih dari entitas patungan di PT Union Sampoerna Triputra Persada yang mencatatkan kontribusi bagian hasil laba ke TAPG naik 39 persen menjadi Rp886 miliar. Di saham tersebut, TAPG memiliki porsi kepemilikan sebesar 50 persen.

Lalu, bagaimana prospek kinerja TAPG di tahun ini?

Dari konsensus 4 analis, saham TAPG diproyeksikan mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 10 persen menjadi Rp10,63 triliun pada 2025. Namun, dari segi laba bersih diperkirakan turun 12,21 persen menjadi Rp2,73 triliun. Momentum positif TAPG diperkirakan terjadi pada 2027, pendapatan perseroan diperkirakan masih positif naik 0,63 persen menjadi Rp10,6 triliun, sedangkan laba bersih naik 23,89 persen menjadi Rp3,28 triliun. 

Jika melihat proyeksi kinerja tersebut, kami menilai TAPG masih cukup bagus dari segi produksi mengingat mayoritas tanaman masih produktif. Hanya saja tantangannya ada di fluktuasi biaya produksi dan operasional. 

Hal itu yang mempengaruhi TAPG mengalami penurunan laba bersih, meski pendapatan masih bertumbuh positif. 

Meski begitu, angka-angka proyeksi itu belum memasukkan potensi hasil kerja sama TAPG dengan Aisin Takaoka, yang dimiliki Toyota Motor Corporation. 

TAPG bersama Aisin membangun perusahaan patungan untuk memproduksi biokokas berbasis cangkang sawit di Indonesia. 

Produksi cangkang sawit menjadi biokokas mulai diproduksi pada paruh kedua 2025 dengan harapan bisa memenuhi kebutuhan biokokas secara global.

President Aisin Takaoka, Makoto Okuda menyebutkan hasil pengembangan biokokas dari cangkang sawit ini bisa menggantikan sepenuhnya penggunaan batu bara kokas dalam industri, tanpa mengurangi kualitas pembakaran.

Namun, belum jelas angka produksi biokokas dan potensi pertumbuhan pendapatan dari bisnis tersebut. 

Selain itu, TAPG juga rutin membagikan dividen cukup besar dalam 2 tahun terakhir. Dalam dividen tahun buku 2023, TAPG membagikan dividen mencapai 112 persen dari laba bersih per saham 2023 senilai Rp81. 

Lalu, pada tahun buku 2024, TAPG sudah membagikan dividen sebesar 47,7 persen dari hasil laba bersih per saham Rp157. Jika TAPG berencana membagikan dividen sebesar 100 persen laba bersih, berarti tingkat dividen final sekitar Rp82 per saham, dengan harga per sesi I 3 Maret 2025, berarti potensi dividend yield sekitar 9,41 persen. 

Di sisi lain, dalam beberapa tahun terakhir, TAPG memang rutin mendapatkan dividen dari entitas patungannya, seperti PT Union Sampoerna Triputra Persada yang memberikan dividen senilai Rp500 miliar.

Potensi Harga Saham BBRI Rebound Setelah Laba Bulanan Turun 50 Persen
Saham BBRI kena serang panic selling setelah kinerja laba bersih Januari 2025 turun. Untuk itu, kami akan memberikan penjelasan di sini terkait prospek saham BBRI

Kesimpulan

Jadi, lebih baik LSIP atau TAPG? 

Jika dibandingkan antara PE, PBV, dan EV Ebitda, posisi TAPG memang lebih mahal dibandingkan dengan LSIP. TAPG memiliki tingkat PE sebesar 5,41 kali, PBV sebesar 1,56 kali, dan EV/Ebitda sebesar 7 kali. 

Sementara itu, LSIP mencatatkan PE sebesar 4,92 kali, PBV sebesar 0,58 kali, dan EV Ebitda sebesar 1 kali.

Meski begitu, asumsi mahalnya TAPG bisa ditoleransi mengingat skala produksi CPO-nya jauh lebih besar daripada LSIP. TAPG punya rata-rata produksi 900.000 metrik ton, sedangkan LSIP sekitar 287.000 metrik ton. 

Namun, yang harus diwaspadai adalah risiko normalisasi kinerja ketika biaya pupuk dan produksi kembali naik. Hal itu bisa membuat kinerja emiten CPO mengalami koreksi sementara di 2025. 

Lalu, berapa harga wajar dan prospek dividen keduanya?

Temukan Jawabannya dengan Gabung ke Mikirdividen

Jika kamu ingin tahu atau mau langsung gabung ke Mikirdividen, kamu bisa klik di sini .

Untuk mengetahui tentang saham pertama, kamu bisa klik di sini.

Jika ingin langsung transaksi bisa klik di sini

Langganan Sekarang dan dapatkan Fix Rate perpanjangan seperti harga pembelian pertama selama dua tahun ke depan.

Beberapa benefit baru yang sedang disiapkan:

  • IPO Digest Premium
  • Saham Value dan Growth Bulanan yang Menarik
  • Update porto Founder Mikirduit per 3 bulan

Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini