Efek Aksi Korporasi Saham SMDR dan MENN, Sejauh Mana Bisa Melaju?
Saham SMDR dan MENN sudah menunjukkan tanda kenaikan beberapa haru terakhir, ternyata keduanya memiliki agenda aksi korporasi masing-masing. Lalu, bagaimana prospek ke depannya?

Mikirduit – Ada dua saham yang lagi jadi sorotan karena ada aksi korporasi, yakni SMDR dan MENN. Sejauh apa kedua saham itu bisa melaju dan bagaimana prospek secara fundamentalnya?
Saham yang melakukan aksi korporasi masih dinanti karena kerap memberikan fluktuasi harga yang menarik. Kali ini, kami akan mengulas bagaimana prospek SMDR dan MENN yang lagi proses aksi korporasi.
Saham SMDR
SMDR melakukan aksi korporasi melalui anak usahanya PT Samudera Pelabuhan Indonesia. SMDR disebut telah menyelesaikan pengambilalihan saham baru pada PT Patimban Global Gateway Terminal. SMDR melakukan akuisisi itu bersama Africa Global Logistic SAS dan Toyota Tsusho Corporation. Di sini, SMDR menggenggam 21 persen saham Patimban Global melalui anak usahanya tersebut.
Konsorsium SMDR tersebut mengambil 9.000 saham baru yang dirilis. Nantinya, pendapatan dari Patimban ini akan masuk dalam sumber pendapatan dari hasil bagian laba bersih dari Joint venture. Sehingga bukan masuk ke pendapatan utama SMDR. Hal itu disebabkan konsorsium yang dibangun oleh SMDR bersama Africa Global Logistic dan Toyota Tsusho Corporation ini menggunakan skema joint venture.
Patimban Global Terminal memiliki kesepakatan kerja sama dengan PT Pelabuhan Patimban Internasional (PPI) untuk mengelola terminal peti kemas Patimban, Subang, Jawa Barat, selama 37 tahun.
Terminal Peti kemas Patimban Global Terminal akan dikembangkan secara bertahap hingga bisa mencapai kapasitas 3,7 juta TEUs. Angka itu masih di bawah dari arus kontainer Peti kemas di Tanjung Priok yang mencapai 12,48 juta TEUs.
Manajemen SMDR menyebutkan pengembangan terminal peti kemas Patimban akan dimulai pada tahun ini dan beroperasi secara komersial pada 2026. Sehingga efek dari ekspansi ini baru akan terasa di 2026. Ditambah, rampungnya Patimbang Global Gateway ini bersamaan dengan target penyelesaian pabrik BYD di Subang pada akhir 2025.
Jika pabrik BYD itu akan mengekspor mobil-nya ke beberapa wilayah di Asia Tenggara, hal itu akan jadi angin positif untuk SMDR selaku pengelola Patimban Global Gateway pada 2026 nanti.
Dua pihak konsorsium SMDR juga bisa dibilang sosok yang menarik, Africa Global Logistic adalah operator multimoda terbesar di Afrika. Africa Global Logistic yang memegang 45 persen saham Patimban Global itu adalah perusahaan logistic yang dimiliki oleh Mediterranean Shipping Company Holding SA dengan kapasitas terbesar di dunia.
Lalu, Toyota Tsusho Corporation menggenggam 34 persen saham di Patimban Global Gateway Terminal adalah perusahaan trading global milik Grup Toyota yang menjalankan bisnis sekitar 130 negara.

Saham MENN
Saham MENN mencatatkan aksi korporasi yang cukup signifikan hingga terjadi perubahan pengendali. MENN mengumumkan telah terjadi aksi korporasi pengambilalihan saham sebesar 67 persen dari pengendali lama, yakni Michael Mulyanto, Edrick Pramana, dan Agus Mulyanto kepada Penajam Makmur Jaya, Negara Maju Makmur, Sarjana Sama Indah, Kalimantan Sejahtera Indonesia, Kalimantan Indah Kedepan, dan Sarana Majemuk Indonesia.
Namun, belum ada kabar lebih detail terkait sosok pengendali MENN tersebut.
Beberapa keyword yang bisa diperhatikan adalah pihak akuisisi berasal dari Kalimantan Timur, di daerah Penajam dekat Kota Nusantara, yang disebut bakal jadi ibu kota baru Indonesia.
Kami ekspektasi ini adalah aksi backdoor listing dengan potensi perubahan bisnis ke sektor terkait komoditas seperti, CPO, batu bara, produsen biodiesel, hingga sektor perkapalan untuk mengirim kayu, batu bara, hingga CPO. Selain itu, bisa juga pengendali yang fokus di energi baru terbarukan.
Adapun, berhubung MENN termasuk ke saham papan akselerasi sehingga kenaikan harga sahamnya akan cenderung terbatas maksimal ARA dan ARB masing-masing 10 persen.
Kesimpulan
Secara umum, aksi korporasi SMDR masih berefek cukup lama terhadap fundamentalnya, tapi dalam jangka pendek, sehingga potensi upside-nya cenderung terbatas. Ke depannya, yang bisa mempengaruhi pergerakan harga saham SMDR antara lain penambahan aktivitas di kawasan industri Subang yang juga bisa mempengaruhi aktivitas di pelabuhan Patimban nantinya.
Di sisi lain, perjalanan kenaikan harga saham MENN masih bisa terus berlanjut hingga secara perlahan sosok di dalamnya bisa diketahui. Hal itu bisa terungkap jelang RUPSLB hingga rencana aksi korporasi seperti right issue untuk memindahkan aset pengendali baru ke saham MENN.
Lalu, bagaimana strategi investasi dan trading saham di saham seperti SMDR dan MENN?
Temukan Jawabannya dengan Gabung ke Mikirdividen
Jika kamu ingin tahu atau mau langsung gabung ke Mikirdividen, kamu bisa klik di sini .
Untuk mengetahui tentang saham pertama, kamu bisa klik di sini.
Jika ingin langsung transaksi bisa klik di sini
Langganan Sekarang dan dapatkan Fix Rate perpanjangan seperti harga pembelian pertama selama dua tahun ke depan.
Beberapa benefit baru yang sedang disiapkan:
- IPO Digest Premium
- Saham Value dan Growth Bulanan yang Menarik
- Update porto Founder Mikirduit per 3 bulan
Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini