Laba Bersih BBRI di Februari Turun 18 persen, Begini Prospek Kinerja Q1/2025
Saham BBRI mencatatkan kinerja laba bersih yang lebih baik di Februari 2025 dibandingkan dengan Januari 2025. Lalu, apakah ini pertanda saham BBRI bisa pulih di semester II/2025?

Mikirduit – Saham BBRI ditutup naik 1,09 persen dalam penutupan 21 Maret 2025. Hal itu selaras dengan laporan kinerja bulanan perseroan yang mencatatkan penurunan laba bersih yang lebih rendah dibandingkan Januari 2025. Apakah ini menjadi tanda awal pemulihan kinerja BBRI?
Secara umum, laba bersih BBRI mengalami penurunan sebesar 18 persen menjadi Rp6,6 triliun sepanjang Januari-Februari 2025 dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya. Penurunan laba bersih itu menjadi lebih baik dibandingkan sebelumnya yang mencatatkan penurunan hingga 50 persen.
Lalu, apakah benar kinerja BBRI mulai mencatatkan kenaikan di bulan kedua 2025?
Penurunan laba bersih BBRI dalam dua bulan 2025 menciut karena disebabkan satu faktor utama, yakni tingkat kenaikan pencadangan di Februari 2025 lebih rendah dibandingkan dengan Februari 2024.
Sepanjang Februari 2025, BBRI hanya menaikkan pencadangan sekitar Rp3 triliun, sedangkan pada periode sama tahun sebelumnya BBRI menaikkan pencadangan hingga tembus Rp6 triliun. Sehingga kenaikan pencadangan akumulasi Januari-Februari 2025 hanya naik 6,19 persen menjadi Rp8,94 triliun.Hal itu membuat penurunan laba bersih terlihat menciut signifikan.
Namun, apakah ini menjadi tanda kinerja BBRI di kuartal I/2025 akan pulih?
Jawabannya mungkin belum. Ada beberapa yang menjadi perhatian kami terkait kinerja BBRI.
Pertama, dari segi pertumbuhan kredit secara year on year masih terlihat cukup lambat. Hal itu terlihat dari pertumbuhan kredit hanya naik 5,17 persen menjadi Rp1,218 triliun hingga Februari 2025.
Kedua, perlambatan permintaan kredit diiringi dengan penurunan tingkat dana pihak ketiga (DPK) sebesar 0,62 persen menjadi Rp1,38 triliun. Penurunan DPK BBRI disebabkan oleh penurunan deposito sebesar 9,85 persen menjadi Rp485 triliun.
Kondisi komposisi DPK ini justru bisa cukup positif karena bisa menekan cost of fund BBRI. Pasalnya, porsi dana murah BBRI naik menjadi 64,85 persen dibandingkan dengan 61,25 persen pada periode sebelumnya. Meski, dari segi rasio loan to deposit rasio (LDR) mencatatkan sedikit pengetatan menjadi 88,23 persen dibandingkan dengan 83,38 persen.
Ketiga, pendapatan bunga bersih BBRI mengalami penurunan sebesar 2,49 persen menjadi Rp18,25 triliun. Penurunan pendapatan bunga bersih BBRI didorong oleh penurunan pendapatan bunga sebesar 3,55 persen menjadi Rp26 triliun. Padahal, dari segi beban bunga juga sudah turun 5,9 persen menjadi Rp7,95 triliun.
Dari ketiga kondisi ini, secara bisnis utama BBRI belum menandakan pemulihan yang signifikan. Namun, BBRI sudah mulai memperbaiki beberapa penekan kinerja seperti dari segi biaya dana yang sudah menyusut hingga ada kenaikan signifikan di dana murah.
Tantangannya adalah ruang ekspansi kredit BBRI yang mungkin terbatas saat kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat kurang baik. Sehingga kami menilai kinerja BBRI kuartal I/2025 masih cenderung kurang bagus.
Proyeksi Kinerja BBRI Kuartal I/2025
Kami memproyeksikan beberapa tantangan BBRI untuk kinerja full year 2025, seperti:
- Tren penyaluran kredit melambat sehingga pendapatan bunga masih turun.
- Ada potensi tingkat cost of fund terus membaik seiring dengan tingkat CASA yang meningkat di dua bulan pertama
- Pencadangan bertambah lebih lambat dan kondisinya berlawanan dengan tren tahun lalu yang justru lagi terus meningkat sehingga kinerja laba bersih bisa lebih menarik
Dengan menggunakan asumsi itu, kami proyeksikan kinerja kuartal I/2025 BBRI bisa mencatatkan penurunan pendapatan bunga bersih sebesar 2,1 persen, serta laba bersih turun 13 persen menjadi Rp11,97 triliun.
Asumsi ini memperkirakan tingkat pencadangan BBRI di Maret 2025 hanya senilai Rp2 triliun, atau di bawah periode sama tahun sebelumnya yang sekitar Rp2,3 triliun.
Kondisi ini bisa berbeda jika pencadangan malah menjadi Rp3 triliun, laba bersih BBRI di kuartal I/2025 bisa turun 18,37 persen, sebaliknya jika pencadangan turun menjadi Rp1 triliun, berarti laba bersih hanya turun 8,08 persen.
Di sisi lain, BBRI mengungkapkan ada sekitar 59.690 nasabah UMKM yang masuk program pemerintah terkait hapus tagih. Hampir 60.000 nasabah UMKM itu memiliki sisa kredit sekitar Rp2,5 triliun.
Lalu, apakah artinya akan ada kenaikan pencadangan di BBRI karena ada hapus tagih tersebut. Manajemen mengungkapkan, hapus tagih kredit UMKM yang termasuk program pemerintah tidak mempengaruhi kinerja ke depannya.
Alasannya, kredit yang dihapus tagih itu sudah mengalami hapus buku minimal dalam 5 tahun. Penghapusbukuan kredit itu artinya bank telah menghapus piutang macet dari laporan posisi keuangan senilai kewajiban nasabah.
Artinya, alokasi pencadangan sudah dilakukan lebih dulu ketika kredit tersebut berstatus macet dan hapus buku.
Perbedaan antara hapus buku dan hapus tagih adalah, hapus buku berarti menghapus kredit macet dari nasabah, sedangkan hapus tagih berarti pemutihan alias penghapusan hak tagih dari bank atas debitur yang telah dihapus buku.
Dengan fakta tersebut, kami perkirakan rata-rata pencadangan BBRI di Maret 2025 akan bertambah sekitar Rp2 triliun, sehingga laba bersih BBRI cenderung turun 13 persen.

Kesimpulan
Lalu, apakah saham BBRI sudah mulai menarik? kami menilai kinerja BBRI full year 2025 bisa mencatatkan perbaikan laba bersih, meski laju ekspansi kredit cenderung terbatas. Alasannya, kami menilai pencadangan BBRI di 2025 akan berkisar Rp25 triliun - Rp30 triliun. Artinya, tingkat pencadangan itu berpotensi lebih rendah dibandingkan pencadangan full year 2024 yang mencapai Rp36 triliun. Selisih Rp6 triliun itu diharapkan menjadi catatan untuk menjaga kinerja BBRI tetap positif.
Ditambah, jika suku bunga The Fed dan BI mulai mencatatkan penurunan di Mei - Juni 2025 bisa membantu percepat pemulihan perlambatan kredit perseroan. Dengan begitu, titik paling optimistis pemulihan kinerja bisa terjadi di semester II/2025.
Lalu, apakah sekarang sudah saatnya beli saham BBRI?
Konsultasikan dan Diskusi Kondisi Portomu dengan Join Mikirdividen
Jika kamu ingin tahu atau mau langsung gabung ke Mikirdividen, kamu bisa klik di sini .
Untuk mengetahui tentang saham pertama, kamu bisa klik di sini.
Jika ingin langsung transaksi bisa klik di sini
Langganan Sekarang dan dapatkan Fix Rate perpanjangan seperti harga pembelian pertama selama dua tahun ke depan.
Beberapa benefit baru:
- IPO Digest Premium
- Saham Value dan Growth Bulanan yang Menarik
- Update porto Founder Mikirduit per 3 bulan
Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini