Nasib Saham PACK dan FUTR Setelah Tender Offer di Bawah Harga Pasar

Saham PACK dan FUTR banyak bikin panik ritel. Alasannya, harga tender offer jauh di bawah harga pasar. Lalu, apa yang harus dilakukan?

saham pack dan futr

Mikirduit – Pengendali PACK dan FUTR telah mengumumkan harga pelaksanaan mandatory tender offer yang ternyata jauh dari harga saham di pasar saat ini. Dengan begitu, apa efeknya ke harga saham keduanya? 

Dalam pengumumannya, pengendali PACK, PT Eco Prima Perkasa akan melaksanakan tender offer dengan harga Rp37 per saham, meski saat ini harga pasar-nya di angka Rp2.000-an per saham. Lalu, PT Hexa Prima yang menjadi pengendali PT Digital Futurama, yang merupakan pengendali FUTR, melaksanakan tender offer dengan harga Rp16 per saham, meski saat ini harga pasar di Rp133.

Dengan penawaran harga tender offer wajib jauh di bawah harga pasar, bagaimana efeknya ke harga saham emiten?

Memahami Mandatory Tender Offer

Mandatory tender offer dilakukan jika ada perubahan pengendalian. Skema perubahan pengendalian bisa dengan pembelian atau akuisisi saham emiten terkait secara langsung atau melakukan akuisisi terhadap pengendalinya sehingga secara tidak langsung emiten tersebut mengalami perubahan pengendalian. 

Selain itu, Mandatory tender offer juga dilakukan jika emiten mau melakukan delisting sukarela. 

Tujuan mandatory tender offer adalah melindungi hak suara minoritas dari pemegang saham, seperti ritel. 

Sehingga, jika ada pemegang saham ritel yang tidak setuju dengan perubahan pengendali, dia bisa lepas di harga, yang diasumsikan wajar

Adapun, Mandatory tender offer ini bersifat wajib bagi pengendali baru sebuah emiten, tapi tidak wajib bagi investor saham. Jadi, bagi investor saham bisa tidak ikut tender offer di bawah harga pasar. 

Namun, kenapa harga mandatory tender offer PACK dan FUTR jauh di bawah harga pasar?

Saham PACK Tumbang Selepas Keluar FCA, Begini Nasib Ke Depannya
Saham PACK terus tumbang selepas cabut dari full call auction. Kira-kira kapan bisa bangkitnya? simak ulasan lengkapnya di sini

Formula Perhitungan Harga Mandatory Tender Offer

Perhitungan harga pelaksanaan mandatory tender offer tidak bisa dihitung asal-asalan. OJK mengatur perhitungan harga pelaksanaan tender offer dalam POJK Nomor 9/POJK.04/2018 tentang pengambilalihan Perusahaan Terbuka. (Ingat ini hanya untuk perubahan pengendali, untuk kasus delisting sukarela akan berbeda)

Ada dua formula yang digunakan dalam menghitung harga pelaksanaan tender offer wajib. 

Pertama, harga rata-rata dari harga tertinggi perdagangan harian di IDX dalam jangka waktu 90 hari sebelum pengumuman pengambialihan, pengumuman negosiasi, pengumuman rencana right issue atau private placement terkait pengambilalihan. 

Nantinya, data yang digunakan adalah keterbukaan yang pertama kali muncul, apakah saat negosiasi, pengambilalihan, atau saat aksi right issue maupun private placement. 

Kedua, harga akuisisi yang dilaksanakan pengendali baru. 

Dari kedua cara itu, nantinya akan dipilih harga tertinggi untuk dijadikan harga mandatory tender offer.

Misalnya, FUTR memutuskan harga pelaksanaan tender offer di angka Rp16 per saham setelah membuat perbandingan dengan dua formula tersebut.

Dengan formula pertama, rata-rata harga tertinggi saham yang diperdagangkan di BEI selama 90 hari setelah pengumuman negosiasi pengambilalihan adalah Rp15,68 per saham. 

Lalu, formula kedua, harga pembelian pengambilalihan senilai Rp7,64 per saham. Dengan begitu, angka rata-rata harga tertinggi saham yang diperdagangkan selama 90 hari sebelum pengumuman negosiasi itu yang digunakan. 

Lalu, dengan kondisi begini, bagaimana nasib saham PACK dan FUTR ke depannya?

Nasib Saham Setelah Tender Offer di Bawah Harga Pasar

Kami menggunakan empat contoh saham yang telah melakukan tender offer di bawah harga pasar. Keempat saham itu adalah KARW, LABA, FORU, dan MINA. 

KARW melakukan tender offer di harga Rp66 per saham, padahal harga saham saat pengumuman tender itu ada di Rp346 per saham. Angka Rp66 KARW berasal dari harga pembelian Grup Meratus saat mengakuisisi KARW. Alasannya, harga pembelian tersebut lebih tinggi dari rata-rata harga saham KARW saat pengumuman pengambilalihan. Namun, harga saham KARW tidak bergerak saat pengumuman tender offer karena lagi disuspensi. 

LABA melakukan tender offer di harga Rp121 per saham. Padahal, harga pasar saat pengumuman tender offer ada di Rp697 per saham. Harga tender offer LABA menggunakan harga rata-rata tertinggi dalam 3 bulan sebelum pengambilalihan. Setelah tender offer diumumkan, harga saham LABA koreksi 24 persen pada periode September-Oktober. 

FORU melakukan tender offer di harga Rp186 per saham. Padahal harga pasar saat pengumuman tender offer ada di Rp809 per saham. FORU juga menggunakan harga rata-rata tertinggi 3 bulan sejak pengumuman pengambilalihan yang lebih tinggi dari harga akuisisi di Rp125. Selama periode tender offer, saham FORU tidak bergerak karena disuspensi. 

MINA melakukan tender offer di harga Rp25 per saham. Padahal, harga saham MINA di pasar senilai Rp53 per saham. Harga pelaksanaan tender offer MINA juga menggunakan harga rata-rata tertinggi 90 hari terakhir. Dalam periode Januari-Februari 2025 saat tender offer dijalankan, harga saham MINA terbang 100 persen. 

Kesimpulan

Jadi, harga tender offer di bawah harga pasar bukan kiamat, karena semuanya akan sesuai dengan rencana pengendali setelah melakukan akuisisi. Apalagi, saham yang proses akuisisi itu adalah saham yang free float-nya rendah dan ada market maker yang menjaga pergerakan harganya. 

Dalam jangka pendek, mandatory tender offer di harga rendah bisa jadi tekanan sementara. Namun, hal yang harus diperhatikan kedepannya adalah rencana aksi korporasi selanjutnya. Apakah akan ada right issue atau strategi melakukan pemindahan aset pengendali baru ke emiten yang sudah listing tersebut.

Jika ada aksi korporasi yang menarik, seperti right issue yang wajar untuk pemindahan aset, hal tersebut bisa menjadi sentimen kenaikan harga lanjutan. Namun, jika tidak ada rencana aksi korporasi yang jelas, itu bisa jadi titik tekanan terhadap supply dan demand dari saham tersebut. 

Jadi, apa yang harus dilakukan oleh holder FUTR dan PACK? coba pahami seberapa menarik potensi aksi korporasi selanjutnya. Lalu, bagaimana arah rencana FUTR dan PACK?

Temukan Jawabannya dengan Gabung ke Mikirdividen

Jika kamu ingin tahu atau mau langsung gabung ke Mikirdividen, kamu bisa klik di sini .

Untuk mengetahui tentang saham pertama, kamu bisa klik di sini.

Jika ingin langsung transaksi bisa klik di sini

Langganan Sekarang dan dapatkan Fix Rate perpanjangan seperti harga pembelian pertama selama dua tahun ke depan.

Beberapa benefit baru yang sedang disiapkan:

  • IPO Digest Premium
  • Saham Value dan Growth Bulanan yang Menarik
  • Update porto Founder Mikirduit per 3 bulan

Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini