Saham SRTG Turun ke Rp1.600, Sudah Murah atau Bisa Diskon Lebih Besar Lagi?

Saham SRTG sudah turun setelah sempat naik kencang karena aksi spin-off ADRO. Lalu, apakah saham SRTG saat ini sudah murah? simak ulasannya di sini

saham SRTG

Mikirduit – Saham SRTG sudah turun 42 persen sejak level tertinggi pada 9 Desember 2024 ketika ada sentimen spin-off AADI yang dilakukan ADRO, sebagai salah satu portofolio perseroan. Lalu, apakah saham SRTG saat ini sudah murah dan bagaimana efek keberadaan AADI sebagai portofolio investasi baru perseroan?

Kinerja keuangan saham SRTG sepanjang 2024 mencatatkan turnaround story dari rugi Rp10,14 triliun menjadi laba Rp3,29 triliun. 

Adapun, catatan turnaround story kinerja perseroan di 2024 didorong beberapa faktor seperti:

Pertama, pergerakan harga saham portofolio perseroan lebih bagus di 2024 sehingga kinerja portofolio-nya mencatatkan floating profit senilai Rp1,47 triliun dibandingkan dengan floating loss Rp13,81 triliun.

Jika dilihat, pendorong floating profit SRTG ada di portofolio bluechip perseroan yang mencapai Rp2,36 triliun, setelah sebelumnya floating loss Rp13,52 triliun. 

Adapun, porto Bluechip SRTG itu antara lain, AADI, ADRO, MDKA, dan TBIG. Kami menilai kenaikan porto saham Bluechip SRTG juga didorong oleh tren harga saham AADI yang cenderung naik setelah IPO. Dari catatan kami, nilai investasi SRTG di AADI naik sekitar 83 persen sepanjang 2024.

Lalu, dua saham bluechip yang untung lainnya ada di ADRO sebesar 2,1 persen , dan TOWR yang dimiliki melalui PT Wahana Anugerah Sejahtera sebesar 1,63 persen. 

Perhitungan angka floating loss dan profit SRTG ini bukan dihitung dari harga rata-rata yang dimiliki perseroan, tapi fluktuasi harga yang terjadi dalam periode satu tahun.

Sementara itu, saham perusahaan berkembang malah mencatatkan kenaikan floating loss senilai Rp590 miliar dibandingkan dengan Rp201 miliar pada periode sama tahun sebelumnya. 

Adapun, portofolio perusahaan berkembang perseroan yang sudah listing antara lain, MPMX dan AAGI. Porsi investasi SRTG di NRCA sudah di bawah 10 persen, sedangkan perseroan sudah divestasi PALM.

Untuk posisi saham perusahaan berkembang, MPMX dan AGII ADRO mengalami penurunan sebesar 6,19 persen dan 7,89 persen. Sementara itu NRCA mencatatkan kenaikan 6,02 persen, sedangkan perusahaan publik lainnya turun 33,75 persen.

Kedua, SRTG mencatatkan kenaikan pendapatan dividen dan bunga sebesar 37,07 persen menjadi Rp3,84 triliun. Mayoritas pendapatan SRTG berasal dari dividen, sedangkan pendapatan bunga cenderung minoritas.

Sementara itu, ada satu perhatian dalam laporan keuangan SRTG pada full year 2024, yakni arus kas operasional negatif Rp1 triliun dibandingkan dengan Rp1,4 triliun pada periode sama tahun sebelumnya. Ada apa dengan arus kas operasional SRTG?

Posisi negatif arus kas operasional perseroan terjadi karena adanya pengeluaran untuk penempatan investasi pada saham dan efek lainnya yang naik 168 persen menjadi Rp5,77 triliun. Angka itu lebih besar dari penerimaan dividen dan penjualan investasi perseroan yang mencapai Rp4,9 triliun. 

Apakah itu buruk? tentunya tidak mengingat bisnis SRTG adalah perusahaan investasi. Sehingga penempatan investasi pada saham (yang kami perkirakan hasil dari spin-off  ADRO) justru bisa memperkuat kinerja perseroan di masa depan. Apalagi, penempatan investasi itu bisa dibilang mendapatkan dana gratis dari cash-nya ADRO untuk eksekusi PUPS saat spin-off bisnis batu bara thermalnya di AADI pada akhir tahun lalu.

SRTG Sudah Murah atau Bisa Diskon Lebih Besar Lagi?

Jika mengacu ke presentasi SRTG, perseroan memaparkan jika harga saham perseroan masih di bawah tingkat NAB (Nilai Aktiva Bersih) yang senilai Rp4.029 per saham. 

Lalu, apakah saham SRTG bisa mencapai 1 kali dari NAB-nya?

Kami melakukan perhitungan kinerja NAB SRTG selama 10 tahun terakhir dengan harga saham tertinggi perseroan dalam tahun terkait. Dalam perhitungan ini, kami membagi NAB dengan lembar saham di luar saham treasury sehingga hasilnya bisa berbeda dengan angka dari manajemen. 

Hasilnya, dalam 10 tahun terakhir, SRTG hanya sekali mencatatkan harga saham di atas NAB, yakni pada 2015. Saat itu, tingkat NAB SRTG sekitar Rp995 per saham (angka sudah disesuaikan dengan stock split 1:5 pada 2021). Sementara itu, harga saham tertinggi SRTG sempat di Rp1.125 per saham. Posisi harga saham di atas NAB SRTG itu terjadi setelah 2 tahun perseroan IPO. 

Setelah-nya rata-rata harga saham SRTG selalu di bawah 30 persen dari harga NAB per sahamnya. 

Sehingga, kami menilai peluang harga saham SRTG mendekati Rp4.000-an per saham sesuai dengan posisi NAB per saham pada 2024 sangat kecil. Kecuali ada aksi korporasi besar atau momentum siklus besar yang mendorong kenaikan harga saham yang cukup signifikan seperti pada 2022. Kala itu, selisih antara harga saham tahunan dengan NAB per saham hanya 12,7 persen. Selaras dengan tren booming saham batu bara, yang menjadi salah satu porto perseroan, yakni ADRO.

Lalu, apakah harga saham SRTG yang berada di area Rp1.500 - Rp1.600-an ini sudah cukup murah?

Salah satu yang bisa mempengaruhi daya tarik saham SRTG adalah realisasi kinerja yang berhubungan erat dengan kondisi pergerakan harga saham dalam periode tersebut. Jika tren harga saham terutama yang ada di portofolio SRTG mulai naik, berarti ada potensi kinerja lebih baik dan harga saham SRTG bisa kembali ke atas Rp2.000-an per saham. Sebaliknya, jika tren harga saham SRTG mulai turun, berarti trennya juga cenderung koreksi. Soalnya, penurunan dan kenaikan harga saham di porto SRTG akan mempengaruhi catatan floating loss atau profit di laporan keuangan perseroan.

ADRO Akuisisi Kawasan Industri Kaltara, Begini Prospek Sahamnya
ADRO mengumumkan melakukan akuisisi kawasan industri Kaltara. Lalu, dengan aksi korporasi itu, bagaimana prospek saham ADRO ke depannya?

Sampai perdagangan sesi I 17 Maret 2025, 6 portofolio saham SRTG kompak mencatatkan penurunan. Terbesar ada di ADRO sebesar 27,16 persen, serta AADI sebesar 21,83 persen. Dengan posisi sebelumnya yang sudah floating profit, artinya ada potensi catatan kinerja keuangan SRTG di 2025 akan tertekan. 

Hal itu bisa membuat sentimen negatif secara daya tarik harga saham, meski tidak akan mempengaruhi bisnisnya secara teknis. Sehingga, ada peluang harga saham SRTG lebih murah lagi ke depannya. 

Jika mengacu ke PBV Band 5 tahunnya, kami akan pilih posisi beli di harga PBV standard deviasi -1 5 tahunnya, yang berada di level 0,4 kali. Berapa harga wajar SRTG dengan asumsi PBV 0,4 kali.

Mau tahu strategi investasi saham di SRTG dan saham lainnya? kamu bisa diskusi dan konsultasikan dengan join Mikirdividen.

Mau Tau Saham Murah yang Menarik Saat Market Bearish?

Jika kamu ingin tahu atau mau langsung gabung ke Mikirdividen, kamu bisa klik di sini .

Untuk mengetahui tentang saham pertama, kamu bisa klik di sini.

Jika ingin langsung transaksi bisa klik di sini

Langganan Sekarang dan dapatkan Fix Rate perpanjangan seperti harga pembelian pertama selama dua tahun ke depan.

Beberapa benefit baru:

  • IPO Digest Premium
  • Saham Value dan Growth Bulanan yang Menarik
  • Update porto Founder Mikirduit per 3 bulan

Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini