UNVR Riwayatmu Kini : Banyak Tekanan Bertubi-tubi, Dividen Spesial Jadi Harapan?

Tiap tahun saham UNVR makin ambles dan kini sudah mencapai level terparah lebih dari 17 tahun. Akankah masa suram ini segera berakhir dan gimana prospeknya tahun ini?

saham UNVR

Mikirduit - Hasil laba emiten barang konsumer PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) tahun lalu anjlok 30 persen secara tahunan (yoy). Alhasil, saham-nya terus turun dan sudah mencapai level terparah dalam 17 tahun. Akankah masa suram UNVR ini bisa segera berakhir?

Saham UNVR pada penutupan perdagangan Jumat (21/2/2025) bertengger di posisi Rp1.290 per lembar. Dalam sehari turun 4,48 persen dan semakin memperpanjang penyusutan sepanjang pekan nyaris 10 persen. 

Dalam lima tahun terakhir saham UNVR sudah kehilangan lebih dari 80 persen nilai pasarnya. Parahnya, saham konsumer ini sudah menyentuh level terendah dalam 17 tahun terakhir, tepatnya pada 3 Desember 2007. 

Tantangan Bertubi-tubi UNVR : Laba Surut - Terdepak MSCI  

Saham UNVR yang terus turun, terjadi seiring dengan perkembangan profitabilitas-nya yang selalu merosot selepas tahun 2018 mencatat laba tertinggi sepanjang masa. 

Sudah terhitung tujuh tahun, laba UNVR ini selalu kontraksi. Bahkan untuk laba 2024, nilainya terhitung tak mencapai setengah dari raihan laba 2020 yang waktu itu terkena efek pandemi Covid-19. 

Sepanjang 2024 bisa dibilang menjadi tahun yang sulit bagi UNVR. Efek boikot terasa berbulan-bulan akibat perang Israel - Hamas memanas di penghujung 2023 membuat penjualan tertekan. 

Setelah itu, pada paruh kedua UNVR fokus berbenah yang membuatnya harus mengurangi stok di level distributor. Alhasil, margin anjlok akibat biaya transformasi.

Sebagai catatan saja, hingga saat ini, transformasi tersebut telah mengurangi stok di distributor sekitar 50 persen dibandingkan dengan tahun 2021, mencapai level stok terendah selama lebih dari satu dekade. 

Dengan jumlah stok yang lebih sedikit, alhasil profitabilitas yang dihasilkan juga buncit. Pada kuartal IV/2024 UNVR hanya menghasilkan laba Rp359 miliar, anjlok 41 persen yoy. 

Penyusutan laba secara kuartalan itu akhirnya mengakumulasi laba sepanjang 2024 menjadi Rp3,36 triliun. Angka ini jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnnya juga anjlok 30 persen yoy. 

Selain faktor penyusutan profitabilitas, saham UNVR yang makin surut ini juga dipengaruhi oleh dikeluarkannya saham ini dari anggota Indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI). 

Aksi jual dari investor pun terpicu semakin deras. Pada Jumat lalu (21/2/2025) tercatat net foreign sell di saham UNVR mencapai Rp26,6 miliar. Nilai ini semakin menambah derasnya aliran dana asing yang keluar dari saham konsumer ini sejak awal tahun mencapai Rp140,1 miliar

Divestasi Bisnis Es Krim, Harapan UNVR Bagi Dividen Spesial! 

Di tengah tekanan penurunan harga saham dan profitabilitas, UNVR ternyata masih ada harapan untuk membagikan dividen spesial. 

Seperti diberitakan sebelumnya, pada 14 Januari 2025 lalu, UNVR sudah mendapatkan persetuan dari RUPSLB untuk divestasi bisnis es krim-nya ke perusahaan afiliasinya, PT Magnum Ice Cream Indonesia senilai Rp7 triliun (belum termasuk PPN). 

Mengutip Bisnis, Direktur Keuangan Unilever Indonesia, Vivek Agarwal mengatakan sebagian dana ini akan dibagikan kepada pemegang saham. 

“Dari jumlah tersebut, keuntungan sekitar Rp5 triliun dengan Rp2 triliun sebagai nilai aset. Dari Rp5 triliun, akan ada kewajiban pajak dan sisanya dibagikan kepada pemegang saham sebagai dividen khusus, bagian dari dividen tunai,” ucap Vivek dalam konferensi pers, Kamis (13/2/2025). 

Manajemen mengindikasikan dividen khusus yang bisa dibagikan di kisaran Rp3,7 triliun sampai dengan Rp3,8 triliun kepada pemegang saham. 

Menariknya, kemungkinan yang dibagikan untuk investor dari laba UNVR bisa mencapai 100 persen. 

“Kami akan terus membagikan 100 persen laba sebagai dividen. Tahun lalu, kami membagikan lebih dari laba yang diperoleh, tetapi itu adalah keputusan yang dibuat oleh dewan direksi dan komisaris. Namun, yang bisa dipastikan adalah kebijakan kami tetap tidak berubah,” terang Vivek.

BI Guyur Insentif untuk Kredit Properti, Begini Prospek Sahamnya
Saham properti mendapatkan angin segar setelah bank diberikan insentif likuiditas oleh BI jika menyalurkan kredit ke sektor tersebut. Lalu, bagaimana proyeksi kinerjanya?

Sebagai catatan saja, pada tahun lalu UNVR membagikan dividen sebanyak Rp140 per saham atau mencapai Rp5,34 triliun secara keseluruhan pada 2023. Jumlah itu melampaui nilai laba bersih yang diperoleh sebanyak Rp4,8 triliun. 

Kami menghitung kalau hal ini terealisasi pada 2025, dengan penambahan Rp3,7 triliun, akan mengimplikasi Earning per Share (EPS) dari laba 2024 menjadi 184 dari sebelumnya hanya sebesar 88. 

Dari nilai tersebut, jika Dividen Payout Ratio (DPR) 100 persen maka potensi cuan yang didapatkan dari harga saham Rp1.290 per lembar, bisa mencapai 14,74 persen. 

Dengan catatan, perhitungan di atas merupakan akumulasi dari laba tahun buku 2024 dan dividen spesial hasil divestasi bisnis es krim. 

Jika dipisah, dari laba 2024 hanya akan menghasilkan yield 6,82 persen saja. 

Sementara dividen spesial itu masih belum diketahui kapan akan dibagikan karena transaksi baru akan selesai setelah proses pemisahan eksternal. 

Lantas, gimana efek ke UNVR setelah divestasi bisnis es krim? 

Berdasarkan laporan perusahaan, bisnis es krim bagi pendapatan UNVR berkontribusi sampai 9,5 persen pada 2023. 

Namun, kontribusi itu terus mengalami penyusutan dengan CAGR -2 persen dari 2019 - 2023 karena margin turun dari 11,1 persen pada 2019 menjadi 7,2 persen pada 2023. 

Hal tersebut juga terjadi karena belanja modal untuk bisnis es krim itu tinggi, selama lima tahun rata-rata mencapai 8 persen, lebih tinggi dari rata-rata keseluruhan belanja modal perusahaan yang hanya mencapai 3 persen. 

Bisnis es krim ini memang di rasa jadi kurang efisien secara operasional. Namun, tak dipungkiri, dengan divestasi UNVR jadi kehilangan posisinya sebagai pemimpin pasar bisnis es krim Indonesia.

Sebagai catatan pada 2019, UNVR memimpin market share bisnis es krim hingga 69,2 persen. Namun, pangsa pasar semakin menyusut, terakhir pada 2024 mencapai 61,9 persen. 

Di sisi lain, divestasi ini punya dampak positif ke operasional bisnis UNVR. Selain bisa dibagikan sebagian ke pemegang saham. Sebagian lainnya, bisa digunakan untuk mengurangi utang, optimallisasi kinerja operasional, termasuk mengurangi stok inventaris di distribusi. 

Kesimpulan 

Kami melihat UNVR ini walaupun ada potensi dividen jumbo, tetapi tantangan eksternal yang dihadapi masih cukup berat, diantaranya : 

→ Efek boikot 

→ Pelemahan daya beli mengubah sikap konsumen lebih sensitif terhadap harga. Akhirnya, konsumen dengan mudah beralih ke barang dengan harga lebih murah. 

→ Persaingan ketat, terutama untuk produk personal care impor dari China dan Korea. 

Sementara itu dari internal masih ada tantangan biaya operasional yang potensi menekan margin karena efek berbenah untuk mengurangi stok di level distributor.

Kami lihat efek dari berbenah ini mungkin baru akan terasa pada paruh kedua 2025. 

Jadi, sepanjang semester pertama ini kemungkinan UNVR masih akan bergerak dalam tren turun. Kalaupun ada penguatan potensi hanya terbatas dan lebih cenderung dipengaruhi seasonality event seperti bulan Ramadhan. 

Untuk valuasi bisa dibilang UNVR juga belum terlalu murah. Untuk data per 21 Februari 2025 masih dihargai dengan nilai Price to Earning (PER) di angka 14,6 kali, sementara Price to Book Value (PBV) di 22,90 kali.

Jadi, bagaimana plan untuk investor yang sudah terlanjur kecemplung di UNVR?

Temukan Jawabannya dengan Gabung ke Mikirdividen

Jika kamu ingin tahu atau mau langsung gabung ke Mikirdividen, kamu bisa klik di sini .

Untuk mengetahui tentang saham pertama, kamu bisa klik di sini.

Jika ingin langsung transaksi bisa klik di sini

Langganan Sekarang dan dapatkan Fix Rate perpanjangan seperti harga pembelian pertama selama dua tahun ke depan.

Beberapa benefit baru yang sedang disiapkan:

  • IPO Digest Premium
  • Saham Value dan Growth Bulanan yang Menarik
  • Update porto Founder Mikirduit per 3 bulan

Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini